Konsultan Pajak Thamrin Jakarta Pajak Penghasilan – Pengertian Dan Cara Menghitungnya

PPh atau Pajak penghasilan adalah pajak atas penghasilan yg didapat. Lalu, siapa yang dikenakan pajak ini? Berapa besarnya?

Sobat OCBC NISP, sudahkah Anda mengenal apa itu pajak penghasilan? PPh yg adalah kepanjangan berdasarkan pajak penghasilan merupakan jenis pajak yg dikenakan pada pekerja juga perusahaan atas pendapatan mereka.

Tarif pajak penghasilan ini pun beragam bergantung pada besaran gaji atau pemasukan yang diperoleh. Namun, potongannya berkisar mulai menurut lima-30%. Nah, buat detail, yuk cek pembahasannya pada artikel berikut. Jangan sampai terlewat, ya!Apa itu Pajak Penghasilan?

Pajak penghasilan adalah pungutan wajibyang dikenakan dalam individu juga sebuah perusahaan berdasarkan jumlah pendapatan yang diterima dalam kurun saat satu tahun. Saat ini, UU pajak penghasilan di Indonesia adalah UU No. 36 Tahun 2008.Objek Pajak Penghasilan

Objek pajak penghasilan merupakan pendapatan dan tambahan kemampuan finansial yang diperoleh individu maupun perusahaan. Penghasilan tadi dikumpulkan buat digunakan pada aktivitas konsumsi serta menaikkan kekayaan. Terdapat 7 jenis objek pajak yang perlu Anda pahami, diantaranya:Dividen adalah sebagian pendapatan yg diberikan kepada pemegang saham perusahaan sebagai penghasilan. Jika mendapatkan dividen, maka Anda akan dikenai pajak.Laba bruto menurut usaha Anda.Keuntungan karena perniagaan atau pengalihan harta, termasuk keuntungan yang diperoleh sebuah perseroan, persekutuan, serta badan lain lantaran pengalihan harta ataupun likuidasi.Bunga yang Anda dapatkan, termasuk premium dan diskonto.Honorarium, hadiah yang didapatkan berdasarkan undian, serta penghargaan eksklusif.Gaji dari pekerjaan, tunjangan, tambahan penghasilan/bonus, dana pensiun, serta imbalan lain berdasarkan pekerjaan Anda.Penerimaan pulang berdasarkan pelunasan pajak yg sudah dibebankan kepada subjek pajak Konsultan Pajak Jakarta Selatan menjadi biayapembayaran tambahan pengembalian pajak.Subjek Pajak Penghasilan

Subjek pajak tadi merupakan pihak yg dikenakan pajak & harus membayar pajak pada pemerintah Indonesia jika sudah memenuhi ketentuan. Siapa saja itu? Berikut penjelasannya.Orang pribadi yang sudah berpenghasilan & jumlahnya memenuhi baku minimum kena pajak, maka wajibmembayar pajak secara terpola.Harta warisan yg masih menjadi suatu kesatuan & belum dibagi dalam yang berhak.Bentuk atau badan bisnis yg bersifat permanen4 Fungsi Pajak Penghasilan

Pajak merupakan penghasilan negara yg bisa dipakai buat melaksanakan pembangunan. Terdapat 4 fungsi pajak yg dapat Anda pelajari, diantaranya:Fungsi regulasi

Pajak merupakan program pemerintah yang bisa mengelola kebijakan negara dalam bidang sosial & ekonomi. Fungsi-fungsi yg perlu Anda ketahui menjadi berikut:Memperlambat laju inflasi dalam negeriMendukung aktivitas ekspor Perlindungan dalam barang yg diproduksi dalam negeriMenciptakan iklim yang ramah menggunakan investasi, sehingga dapat menaikkan produktivitas ekonomi dalam negeri.Fungsi anggaran

Seperti yg telah disinggung sebelumnya, pajak merupakan pendapatan negara, sebagai akibatnya pajak bisa menyeimbangkan neraca keuangan Indonesia.Fungsi distribusi/pemerataan

Pajak merupakan acara yang bisa digunakan buat menyeimbangakan pembagian pendapatan dalam masyraakat dan kesejahteraan mereka.Fungsi stabilisasi

Pajak penghasilan merupakan pemasukan negara yang pula bisa menjadi stabilisator syarat ekonomi Indonesia. Contohnya, agar bisa menanggulangi inflasi, pemerintah Indonesia bisa menerapkan pajak yang tinggi kepada rakyat, sehingga jumlah yg beredar bisa berkurang.

Fungsi-fungsi tersebut dipandang menurut sudut pandang ekonomi makro. Setiap pemasukan pajak sangat berarti buat meneruskan pembangunan Indonesia. Lembaga pengatur yang menjalankan fungsi-fungsi tersebut adalah DJP atau Direktorat Jenderal Pajak yang bekerja di bawah Kementerian Keuangan.

Nah, harapannya dengan mengusut fungsi pajak penghasilan, sobat OCBC NISP mampu membayarnya secara konsisten. Sehingga, negara jua bisa mengumpulkan dana untuk pembangunan.Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan?

Sekarang Anda sudah tahu pengertian pajak penghasilan, siapa yang dikenakan pajak, pendapatan apa saja yang dibebankan pajak, dan fungsinya secara makro. Lantas, bagaimana cara menghitung pajak penghasilan?

Dasar perhitungan buat memilih besarnya pajak penghasilan yang terutang merupakan mengetahui status lajang seorang terlebih dahulu. Sebab, masih ada perbedaan nilai PTKP yang diaplikasikan antara ketika Anda belum menikah dan telah menikah. PTKP adalah singkatan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Perbedaan besaran PTKP antara yang lajang & telah menikah merupakan:Wajib pajak buat individu yg nir menikah = Rp54.000.000 per tahun atau Rp4.500.000 setiap bulanWajib pajak individu yg telah menikah = Rp54.000.000 + Rp4.500.000 = Rp58.500.000Jika NPWP istri digabung menggunakan suami, maka = Rp54.000.000 + Rp58.500.000 = Rp112.500.000apabila Anda telah menikah & terdapat tambahan anggota famili sedarah (mak, ayah, anak kandung) atau keluarga semenda (anak tiri, mertua), serta anak angkat yg menjadi tanggungan sepenuhnya, maka PTKP akan ditambah Rp4.500.000 menurut jumlah. Jumlah tambahan maksimalpada setiap famili merupakan 3 orang.

Misalkan, sobat OCBC NISP sudah menikah, punya 1 anak kandung, dan penghasilan istri dipisah menggunakan suami, maka perhitungan PTKP-nya menjadi berikut:

Rp58.500.000 + Rp4.500.000 = Rp63.000.000

Berdasarkan penghasilan kena pajak, tarif PPh terbagi menjadi 4 kategori, yaitu:Tarif pajak buat PKP sampai Rp50 juta: lima%Tarif pajak buat PKP pada atas Rp50 juta – Rp250 juta: 15%Tarif pajak buat PKP pada atas Rp250juta – Rp500 juta : 25%Tarif pajak buat PKP di atas Rp500 juta : 30%

Berikut contoh perhitungan pajak penghasilan:Menghitung PPh saat lajangSelsi merupakan seorang karyawan kantor yang termasuk harus pajak & belum menikah.Gaji per bulan: Rp7.500.000Penghasilan per tahun: Rp7.500.000 x 12 = Rp90.000.000PTKP (Penghasilan nir kena pajak): Rp54.000.000PKP Selsi: Rp90.000.000 – Rp54.000.000 = Rp36.000.000Pembayaran PPh dengan tarif lima% : Rp36.000.000 x 5% = Rp1.800.000

Sehingga, PPh yang wajibdibayar oleh Selsi merupakan Rp1.800.000.Menghitung PPh waktu sudah menikahFarid menikah menggunakan Indri & mempunyai 1 anak.Farid & Tiara bekerja pada perusahaan tidak sinkron & NPWP telah digabung.Penghasilan Farid per tahun adalah : Rp100.000.000Penghasilan Indri per tahun adalah : Rp100.000.000PTKP buat tambahan 1 orang: Rp63.000.000PKP Farid: Rp100.000.000 – Rp63.000.000 = Rp37.000.000PPh Farid menggunakan tarif lima% : Rp37.000.000 x lima% = Rp1.850.000PKP Indri: Rp100.000.000 – 54.000.000 = Rp46.000.000PPh Indri menggunakan tarif 5% : Rp46.000.000 x 5% = Rp2.300.000

Bagaimana sobat OCBC NISP? Sudah familiarkah Anda sekarang dengan pajak penghasilan atau yg acapkali dianggap dengan PPh? Alih-alih merugikan, rabat pada jumlah pendapatan ini rupanya sangat menguntungkan bagi negara lantaran bisa membantu stabilitas ekonomi. Jadi, tidak perlu risi, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *