
Bagi sebagian pasangan yang telah menikah, kehamilan adalah salah satu momen hidup yang paling ditunggu. Tetapi, ada juga sebagian yang sengaja menunda atau mencegah kehamilan karena alasan tertentu. Lalu, bagaimana cara mencegah kehamilan yang efektif? Yuk simak ulasannya berikut ini!
- Cara Mencegah Kehamilan yang Efektif
Cara paling efektif untuk mencegah kehamilan adalah dengan tidak berhubungan seks. Tetapi, apabila Anda masih aktif berhubungan intim dan ingin menunda kehamilan, beberapa cara bisa dicoba.
Berikut adalah sejumlah cara mencegah kehamilan yang efektif.
- Menghindari berhubungan seks di masa subur
Berhubungan seks di masa subur wanita bisa meningkatkan peluang kehamilan. Karenanya, Anda sebaiknya tidak berhubungan intim dengan pasangan selama masa subur. Masa subur sendiri dapat ditentukan dari siklus menstruasi yang teratur. Siklus ini terhitung sejak hari pertama menstruasi hingga menstruasi berikutnya. Pada umumnya, masa subur wanita jatuh pada hari ke-8 sampai ke-19 dalam periode menstruasi. Tetapi, angka ini tidak dapat menjadi patokan pasti karena masa subur setiap wanita berbeda-beda. Di samping itu, perhitungan dapat saja meleset ketika terjadi perubahan pada siklus menstruasi Anda. Supaya lebih ampuh, Anda bisa mengombinasikannya dengan cara menunda kehamilan yang lain.
- Cairan ejakulasi dikeluarkan di luar vagina
Mengeluarkan cairan ejakulasi dari dalam vagina mungkin bisa memberi kepuasan tersendiri bagi beberapa pasangan. Tetapi, untuk mencegah kehamilan, sebaiknya Anda menghindari hal tersebut. Efektivitas cara mencegah kehamilan ini cukup tinggi yaitu sekitar 70 persen. Hal ini berarti, ada 30 dari 100 pasangan yang tetap hamil walaupun telah mengeluarkan cairan ejakulasi di luar vagina.
- Menggunakan kondom ketika berhubungan seks
Bagi pasangan yang baru menikah dan ingin menunda untuk memiliki momongan, penggunaan kondom ketika berhubungan seks adalah cara efektif mencegah kehamilan dini. Bukan hanya mudah digunakan, jenis kontrasepsi ini juga mudah didapat. Walau begitu, pastikan Anda memilih ukuran dan jenis kondom yang benar-benar pas dengan penis. Di samping itu, Anda juga harus memahami cara menggunakan kondom yang benar. Pasalnya, penggunaan kondom yang salah justru akan meningkatkan peluang kehamilan.
- Konsumsi pil kontrasepsi darurat
Konsumsi pil KB darurat (morning after pill) juga bisa menjadi cara mencegah kehamilan setelah telanjur berhubungan seks tanpa pengaman pada masa subur. Pil KB darurat harus dikonsumsi dalam waktu 72 jam atau tiga hari setelah berhubungan. Walau begitu, obat pencegah kehamilan ini tidak dapat menggagalkan pembuahan yang telah terjadi. Tetapi, sebelum mengonsumsi pil KB tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan obat dan potensi efek sampingnya.
- Memakai diafragma ketika berhubungan intim
Diafragma adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam vagina untuk melindungi leher rahim dari serbuan sperma. Umumnya alat kontrasepsi ini dikombinasikan dengan spermisida. Spermisida sendiri adalah zat kimia yang dapat membunuh sperma. Biasanya, kemampuan zat ini untuk membunuh sperma hanya bertahan dalam waktu satu jam setelah digunakan. Berbeda dengan kondom, diafragma dapat dipakai berulang. Dalam penggunaannya, pastikan Anda memilih ukuran yang pas sebab diafragma berisiko lepas atau pindah posisi apabila terlalu kecil.