Para pedagang di Tanah Suci di Kota Madinah dan Mekkah Arab Saudi mahir mengfungsikan Bahasa Indonesia. Hal ini terbukti kala kegiatan menjual beli berlangsung antara jemaah Indonesia bersama pedagang asli Arab, komunikasinya mengfungsikan Bahasa Indonesia.
Kendati sebagian jemaah Indonesia pandai berbahasa Arab, pedagang asli lebih menyukai bertutur bersama bhs Indonesia. Tidak hanya itu, pedagang setempat amat jelas kurs mata duwit rupiah. Sehingga kala jemaah berbelanja kehabisan stok duwit riyal (SAR), mereka tetap dapat berbelanja bersama mata duwit rupiah.
Saat dijumpai Tribun Batam (Tribun Network) di komplek pertokoan Abdoul Lateef, mal Masjid Nabawi Madinah, jemaah asal Tanjung Pinang Kepri, Fauzan bin Dahlan terlihat repot memilih barang dagangan. Dia berdialog bersama pedagang, Abdul Kareem mengfungsikan Bahasa Indonesia. Tawar menawar harga pun terkesan amat alot.
Tidak lama kemudian, berlangsung kesepakatan di antara keduanya. Fauzan pulang ke hotel mempunyai barang yang disukainya, dan pedagang terima duwit ratusan ribu rupiah. Meski Fauzan tidak mengfungsikan bhs Arab, si pedagang tetap ramah melayani Fauzan bersama mengfungsikan Bahasa Indonesia berlogat Arab dengan kursus bahasa arab terbaik.
“Jujur aku tidak dapat berbahasa Arab, aku tawar mengfungsikan Bahasa Indonesia mereka menyahut. Ternyata pedagang sini justru lincah mengfungsikan bhs kita. Salut kepada mereka yang pandai mengfungsikan bhs kami bersama baik,” jelas Fauzan, akhir Juli 2012 kemarin.
Sedangkan menurut Abdul Kareem, dia mengaku dapat berbahasa Indonesia sejak 7 th. silam. Selama berdagang di Madinah, minat masyarakat Indonesia berbelanja amat tinggi. Akibatnya para pedagang asli berupaya untuk dapat berbahasa Indonesia bersama baik. Tujuannya supaya transaksi penjualan dapat berlangsung bersama lancar.
“Umat Islam dari Indonesia tiap tiap minggu singgah untuk ibadah umrah. Apalagi kecuali musim haji, orang Indonesia paling gemar berbelanja barang. Akhirnya kami di sini sudah punya kebiasaan mengfungsikan Bahasa Indonesia,” ujar Abdul Kareem tersenyum.
Termasuk papan pengumuman yang dipasangkan di Raudhah Masjid Nabawi, Masjidil Haram, makam Sayidina Hamzah, money changer, dan sebagian wilayah strategis lainnya. Ahmad Maki’ah, tidak benar satu mahasiswa di Mekkah, menyebutkan, Bahasa Indonesia sudah menjadi bhs ke-2 di negara penghasil air Zam Zam itu.
Tiga bhs kerap digunakan untuk komunikasi. Ada bhs Arab, Bahasa Indonesia dan Inggris. Jadi kecuali orang Indonesia tidak dapat berbahasa Arab atau Inggris, jemaah dari Tanah Air tetap dapat berkomunikasi bersama bahasanya,” jelas Ahmad Maki’ah.